Adapun variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat
profitabilitas suatu bank adalah CAR, FDR, BOPO, dan NPL.
- CAR (Capital Adequacy Ratio)
Modal merupakan salah satu faktor penting dalam rangka
pengembangan usaha bisnis dan menampung resiko kerugian, semakin tinggi CAR
maka semakin kuat kemampuan bank tersebut utnuk menanggung resiko dari setiap
kredit/aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi (sesuai ketentuan
BI 8%) berarti bank tersebut mampu membiayai operasi bank, keadaan yang
menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi
profitabilitas (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono , 2002: 573). CAR diukur dengan
membagi modal dengan aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR).
- FDR (Financing Deposit Ratio)
FDR adalah rasio antara jumlah kredit yang diberikan
bank dengan dana yang diterima oleh bank. FDR ditentukkan oleh perbandingan
antara jumlah pinjaman yang diberikan dengan dana masyarakat yang dihimpun
yaitu mencakup giro, simpanan berjangka (deposito), dan tabungan.
FDR tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank
dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan
mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin besar
kredit maka pendapatan yang diperoleh naik, karena pendapatan naik secara
otomatis laba juga akan mengalami kenaikan.
- BOPO (Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)
BOPO menurut kamus keuangan adalah kelompok rasio yang
mengukur efisiensi dan efektivitas operasional suatu perusahaan dengan jalur
membandingkan satu terhadap lainnya. Berbagai angka pendapatan dan pengeluaran
dari laporan rugi laba dan terhadap angka-angka dalam neraca.
Rasio biaya operasional adalah perbandingan antara biaya
operasional dan pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk
mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bak dalam melakukan kegiatan operasi
(Lukman D Wijaya, 2000, 120). Semakin rendah BOPO berarti semakin efisien bank
tersebut dalam mengendalikan biaya operasionalnya, dengan adanya efisiensi
biaya maka keuntungan yang diperoleh bank akan semakin besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar